makalah karateristik, fase, dan perkembangan anak usia dini

BAB I

PENDAHULUAN

 

KARAKTERISTIK, FASE, DAN PERKEMBANGAN 

TUGAS ANAK USIA SD

 

  1. A.    Latar Belakang

Ki Hajar Dewantara, sebagaimana dimuat dalam tulisan Dwi Siswoyo, dkk. (2007:20), menjelaskan bahwa pendidikan adalah menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat. Selanjutnya menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Secara singkat, maka pendidikan dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu usaha pendidik untuk menyalurkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai yang berlaku di masyarakat kepada peserta didik.

Eksistensi pendidikan tidak dapat terlepas dari adanya lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia salah satunya adalah Sekolah Dasar (SD). Pendidikan seni tari dan drama adalah salah satu materi yang termuat dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan. Sebagai seorang calon pendidik maka diperlukan pengetahuan tentang seni dan drama untuk anak usia SD. Keterampilan seorang guru dalam memahami karakteristik, fase,dan perkembangan tugas anak usia SD sangat diperlukan dalam menyampaikan materi ini.

Perlu dipahami bahwa karakteristik siswa SD berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembangannya. Perbedaan karakteristik siswa SD tersebut secara global dibedakan antara siswa SD kelas satu dan dua, kelas tiga dan empat, serta kelas lima dan enam. Kelompok tersebut mempunyai perbedaan yang tampak sekali, yang dapat diamati pada kerakteristik gerak dan karakteristik tarinya.

  1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, terdapat masalah-masalah antara lain :

  1. Pendidikan seni tari dan drama di SD belum berjalan optimal.
  2. Kebanyakan calonGuruSDbelum memahami karakteristik, fase, dan perkembangan tugas anak usia SD.
  3. Sebagian besarGuruSDbelum mengetahui fase perkembangan tugas anak usia SD.
  4. Batasan Masalah

Agar lebih mudah dalam pemahaman serta mengingat keterbatasan peneliti, maka penelitian ini dibatasi pada masalah kerakteristik, fase, dan perkembangan tugas anak usia SD.

  1. Rumusan Masalah

Masalah adalah perbedaan antara yang seharusnya dan yang senyatanya. Masalah harus dipecahkan melalui sebuah proses. Maka, berdasarkan pembatasan masalah diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

Bagaimanakah kerakteristik, fase, dan perkembangan tugas anak usia SD ?

  1. Tujuan Penulisan

Setiap kegiatan yang dilakukan, termasuk suatu penelitian akan mempunyaitujuan yang ingin dicapai. Maka, berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerakteristik, fase, dan perkembangan tugas anak usia SD.

  1. Manfaat Penulisan
    1. Teoritis
      1. Hasil penulisan makalah ini dapat menambah khazanah pengetahuan calon guru SD pada bidang seni tari drama untuk usia SD.
      2. Sebagai litaratur insan seni pada umumnya.
  2. Praktis
    1. Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat membantu calon guru SD dalam menyampaikan materi seni tari dan drama pada anak didiknya kelak.
    2. Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat membantu Guru SD dalam meningkatkan kreativitas siswa pada bidang seni tari dan drama.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Karateristik dan Fase Perkembangan Anak

Anak usia SD (6-12 tahun) disebut sebagai masa anak-anak (midle childhood). Pada masa inilah disebut sebagai usia matang bagi anak-anak untuk belajar. Hal ini dikarenakan anak-anak menginginkan untuk menguasai kecakapan-kecakapan baru yang diberikan oleh guru di sekolah. Simanjuntak dan Pasaribu (1983: 68) menegaskan bahwa salah satu tanda permulaan periode bersekolah ini ialah sikap anak terhadap keluarga tidak lagi egosentris melainkan objektif dan empiris terhadap dunia luar. Jadi dapat disimpulkan bahwa telah ada sikap intelektualitas sehingga mas ini disebut periode intelektual. Hal ini sejalan dengan pendapat Nasution (1995: 44) bahwa masa usia sekolah ini sering disebut sebagai masa intelektual atau masa keserasian sekolah. Pada masa ini secara relatif anak-anak mudah untuk dididik daripada masa sebelumnya dan sesudahnya.

Memahami tentang murid berarti memahami  gejala atau kondisi yang dimiliki. Untuk mengetahui karakteristik gerak siswa SD, terlebih dahulu perlu untuk memahami tingkat perkembangan siswa SD menurut tingkat usianya. Secara umum sifat siswa SD antara lain:

  1. Mempunyai sifat patuh terhadap aturan.
  2. Kecenderungan untuk memuji diri sendiri.
  3. Suka membandingkan diri dengan orang lain.
  4. Jika tidak dapat menyelesaikan tugas, maka tugas tersebut dianggap tidak penting.
  5. Realistis, dan rasa ingin tahu yang besar.
  6. Kecenderungan melakukan kegiatan kehidupan yang bersifat praktis dan nyata (Depdikbud, 1978).

 

 

Pada jenjang pendidikan SD dapat diperinci menjadi dua fase, yaitu:

1)      Masa kelas rendah SD, kira-kira umur 6 atau 7 sampai umur 9 atau 10.

Secara khusus karakteristik siswa SD kelas rendah (kelas 1, kelas 2, dan kelas 3) adalah sebagai berikut:

  1. Karakteristik umum
    1. Waktu reaksinya lambat
    2. Koordinasi otot tidak sempurna
    3. Suka berkelahi
    4. Gemar bergerak, bermain, memanjat
    5. Aktif bersemangat terhadap bunyi-bunyian yang teratur
    6. Karakteristik kecerdasan
      1. Kurangnya kemampuan pemusatan perhatian
      2. Kemauan berpikir sangat terbatas
      3. Kegemaran untuk mengulangi macam-macam kegiatan
      4. Karakteristik sosial
        1. Hasrat besar terhadap hal-hal yang bersifat drama
        2. Berkhayal dan suka meniru
        3. Gemar akan keadaan alam
        4. Senang akan cerita-cerita
        5. Sifat pemberani
        6. Senang mendapat pujian
      5. Kegiatan gerak yang dilakukan
        1. Menirukan.Anak-anakSDpada tingkat rendah, dalam bermain senang menirukan sesuatu yang dilihatnya. Gerak-gerak apa yang dilihat di TV ataupun gerak-gerak yang secara langsung dilakukan oleh orang lain, teman ataupun binatang.
        2. Manipulasi. Anak-anak kelas rendah secara spontan menampilkan gerak-gerak dari objek yang diamatinya. Tetapi dari pengamatan objek tersebut anak menampilkan gerak yang disukainya.

2)      Masa kelas tinggi SD, kira-kira umur 9 atau sepuluh sampai umur 12 atau 13.

Sedangkan karakteristik anak SD pada tingkat tinggi memiliki sedikit persamaan denga kelas rendah. Karakteristik kelas tinggi yang dimaksud antara lain:

  1. Karakteristik umum
    1. Waktu reaksinya cepat
    2. Koordinasi otot sempurna
    3. Gemar bergerak dan bermain
  2. Karakteristik kecerdasan
    1. Mempunyai kemampuan pemusatan perhatian
    2. Kemampuan berpikir lebih banyak
  3. Karakteristik sosial
    1. Tidak suka pada hal-hal yang bersifat drama
    2. Gemar pada lingkungan sosial
    3. Senang pada cerita-cerita lingkungan sosial
    4. Sifat pemberani tetapi masih menggunakan logika
  4. Kegiatan gerak yang dilakukan
    1. Anak memiliki kemamouan dalam menampilkan suatu kegiatan yang lebih tinggi. Jadi mempunyai kemampuan untuk mengekspresikan dari kegiatan yang dilakukan.
    2. Artikulasi (articulation)

Pada tahap ini anak sudah dapat menyusun atau menata susunan gerak dan objek yang diminatinya. Paling tidak anak mempunyai keberanian untuk mengkoordinasikan gerak-gerak yang dibuatnya sendiri.

  1. Naturalisasi

Di sini anak mempunyai kemampuan psikologis motorik yang lebih tinggi, dan dapat melakukan keterampilan gerak secara urut dan tersusun dengan baik. Dengan kata lain pada tahap ini anak sudah memiliki keterampilan melakukan gerak yang cukup tinggi.

 

  1. B.     Perkembangan Tugas Anak Usia Sekolah Dasar

Pada kajian psikologi pendidikan Muhammad Surya (1992: 13) mengelompokkan ada tiga ciri utama pada masa SD, yaitu:

  1. Dorongan anak untuk keluar rumah dan masuk kedalam kelompok sebaya.
  2. Keadaan fisik yang mendorong anak untuk masuk kedalam dunia permainan dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan.
  3. Dorongan mental untuk memasuki dunia konsep-konsep, logika, simbol dan komunikasi secara dunia.

Sejalan dengan tiga ciri utama diatas, maka perkembangan tugas pada usia SD diantaranya:

  1. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan.
  2. Membina sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai suatu organisme yang sedang berkembang.
  3. Belajar bergaul dengan teman sebaya.
  4. Belajar berperan sebagai pria atau wanita secara tepat.
  5. Mengembangkan dasar-dasar keterampilan membaca, menulis, dan berhitung dengan baik sesuai dengan tuntutan masyarakat.
  6. Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Mengembangkan kata hati, moral, dan skala-skala nilai.
  8. Mencapai kemerdekaan pribadi.
  9. Mengembangkan sikap terhadap kelompok dan lembaga sosial.

 

  1. C.    Karakteristik Perkembangan dan Implikasinya dengan Pengajaran Seni

Sebagai calon guru SD, sangat perlu mempelajari karakteristik perkembangan anak usia SD serta implikasinya terhadap pembelajaran seni di SD. Uraian mengenai karakteristik umum dan implikasinya terhadap pembelajaran seni disajikan sebagai upaya untuk melakukan studi perbandingan dengan kondisi anak di sekolah. Di bawah ini berisi sebuah tabel dimana tabel sebelah kiri berisi karakteristik anak secara umum, sedangkan tabel sebelah kanan berisi implikasinya terhadap pengajaran seni di SD.

  1. Karakteristik Perkembangan siswa kelas 1 dan 2

 

Karakteristik perkembangan

Implikasi bagi Pengajaran Seni

Aktif dan mudah gembira Penggunaan banyak topik sebagai bahan motivasi
Menyenangi bakerja dengan menggunakan tangan Penggunaan tangan dalam kegiatan seni sebagai alat untuk menghubungkan dengan pengajaran
Memperlihatkan rasa bangga yang besar dalam bekerja Memajang pekerjaan di ruangan terbukan/aula
Memperlihatkan kekuasaan yang dimilikinya Menyadari bahwa anak kemungkinan menangis bila mengerjakan untuk menjaga pameran
Ingin menjadi yang pertama Memberikan respon secara khusus, seperti: “kamu mungkin dapat menggunting sekarang”
Memiliki waktu yang terbatas terhadap minat dan mudah bosan Berikan tujuan melalui pembelajaran, kemudian disuruh untuk memulainya
Memiliki perasaan yang mudah tersakiti Tunjukkan beberapa jalan alternatif untuk menggambar sesuatu, dengan menyampaikan masing-masing perbedaan, tidak dengan satu jalan. Berikan pujian ketika siswa menyampaikan cara menggambarkan sesuatu
Ketertarikan sesuatu untuk disentuh dan dirasakan Menggunakan motivasi raba, untuk contoh kelinci, mainan-mainan dan kura-kura
Menginginkan persetujuan teman sekelas dan guru Pertajam mereka untuk mengatakan tentang gambarnya pada waktu lain
Sangat menyenangi permainan imajinatif, tari, cerita dan permainan Gunakan latihan psikomotor dan latihan bermain peran

 

  1. Karakteristik Perkembangan siswa kelas 3 dan 4

 

Karakteristik perkembangan

Implikasi bagi Pengajaran Seni

Koordinasi mata dan tangan telah terimprovisasi Siswa akan menggambar bentuk kawan sebaya sebagai model
Penggunaan otot kecil telah lebih baik Siswa akan menggambar pakaian
Menjadi sadar akan perbedaan tiap orang Siswa akan menunjukkan perbedaan antara gambar figur dan objek dalam karya mereka
Secara umum pembelajaran akan lebih responsif, teratur dan kerjasama Siswa akan tukar pengalaman, membagikan dan mengumpulkan material seni
Siswa sudah memisahkan bentuk berdasarkan jenis kelamin Berikan motivasi berkarya bagi siswa laki-laki dan perempuan berdasarkan minatnya
Menyenangi buku komik Siswa akan berkreasi karakter komik dan superhero
Kemampuan untuk konsentrasi pada masa ini lebih lama Mengerjakan proyek memungkinkan memungkinkan jika tujuan baru diketahuinya
Mengembangkan minat dalam bepergian Siswa akan mendeskripsikam bagaimana cerita berkarya dengan budaya
Mengembangkan perasaan humor Siswa akan mendiskusikan isu keindahan yang muncul dari gambar kartun
Memiliki kegemaran dan mengumpulkan Siswa akan mendiskusikan karya yang dikumpulkannya dalam kegiatan kritik
  1. Karakteristik Perkembangan siswa kelas 5 dan 6

 

Karakteristik perkembangan

Implikasi bagi Pengajaran Seni

Mulai banyak menkonsentrasikan diri berdasarkan minat individu dan dimulai dari minat individu Siswa akan melukiskan kumpulan individu, pakaian yang khusus, seragam baseball, kostum balet atau seragam pramuka
Hal yang diminati pada masa ini berkaitan dengan kegiatanyang berhubungan dengan gender Siswa akan menggunakan metode kritik seni untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan karya seni yang ditunjukkan pada masa remaja awal
Mengembangkan minat di luar rumah dan sekolah, masyarakat dan dunia yang lebih luas Siswa akan mendeskripsikan bagaimana seni masuk ke dalam masyarakat
Mulai tumbuh sikap kritis dan mandiri Siswa akan berdiskusi dalam menilai dengan ahli
Mulai adanya emosi yang kritis dan perubahan fisik Siswa akan melukiskan emosi yang muncul terhadap seni dan tulisan
Tumbuh kegemaran mengumpulkan karya seni Siswa akan berkreasi memajang karya seni yang menjadi hobinya
Mulai adanya fase hero dan semangat heroik Penggunaan contoh-contoh dari sejarah seni, siswa akan mendeskripsikan seniman terkenal dalam hidupnya
Pengembangan kepekaan pada nilai, kepekaan akan nilai baik dan buruk Siswa akan mempertimbangkan peristiwa dalam etika berkarya
Bertambahnya minat dan lamanya dalam bekerja Siswa akan mengerjakan karya seninya lebih dari 3 jam

 

 

 

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Sebagai seorang calon guru profesional tentunya dituntut untuk menguasai kompetensi yang handal di bidangnya. Kompetensi yang dimaksud diantaranya adalah kompetensi pedagogik, sosial, profesional serta kepribadian. Dengan kompetensi pedagogik, maka guru diharapkan untuk dapat memahami siswanya.

Anak-anak usia SD (6-12 tahun) merupakan masa dimana anak-anak terlibat dengan dua dunia yaitu dunia bermain dan belajar. Pada masa ini, anak-anak mudah untuk dididik dari masa sebelumnya dan sesudahnya. Untuk itulah seorang guru perlu memahami sifat khas yang dimiliki anak didiknya baik kelas rendah maupun kelas tinggi. Untuk inilah maka seorang guru dituntut memahami perkembangan tugas apa yang perlu dilakukan anak pada masa ini sehingga guru dapat memperlakukan anak dengan tepat dalam proses pembelajaran.

Pengetahuan guru tentang karakteristik, fase dan perkembangan tugas anak usia SD sangat diperlukan untuk pembelajaran pendidikan seni tari dan drama di kelas. Hal ini dikarenakan dengan mamahami karakteristik, fase dan perkembangan tugas anak usia SD, guru dapat memberikan tugas sesuai dengan karakteristik perkembangan dari masing-masing kelas.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Noehi. 1995. Psikologi Pendidikan.Jakarta: Universitas Terbuka

Simanjuntak, B. Dan Pasaribu, I.L. 1983. Psikologi Perkembangan (Dasar Psikologi Kriminil).Bandung: Tarsito

Siswoyo, Dwi. 2007. Kaidah-Kaidah Pendidikan.Jakarta: Triwarsana

Syukur, Sugeng. 2005. Peta Kompetensi Guru Seni (Seni Rupa, Seni Tari, Seni Musik).Bandung: Kerjasama Direktorat Jendral PMPTK Depdiknas dengan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI

Purwatiningsih. dan Ninik Harini. 1998. Pendidikan Seni Tari dan Drama.Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

UU Sisdiknas Tahun 2003

 

Posted 15th March by Jati Widya Iswara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Perihal mtcdempet
wong dempet kecamatan dempet kabupaten demak jawatengah indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.