MAKALAH PROBLEMATIKA SOSIAL TERHADAP ANAK

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Problematika sosial

Dalam tata peradaban dunia di abad 21 Indonesia masih berada pada kelas dunia ketiga. Jika tidak ingin disebut sebagai Negara miskin atau tertinggal lebih elegan dipandang sebagai Negara berkembang. Negar berkembang merupakan Negara yang selalu menjadi objek bagi Negara maju untuk melancarkan invasi dan agenda imperialismenya guna mendapatkan sokongan dan pasokan bahan pangan bagi Negara maju.

Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih menjadi kendala utama untuk menjadi sebuah Negara maju belum tertangani secara serius. System pendidikan nasional yang menjadi instrument dalam membangun dan mengembangkan SDM (Human Resourches Development) belum mampu menjawab tantangan global, otonomi daerah, desentralisasi pendidikan guna pengembangan pendidikan yang relevan dengan lingkungan kehidupan masyarakat.

Kondisi ini ditujukan oleh Human Development Index (HDI) menyebutkan bahwa Indonesia berada pada posisi 107 dari 175 negara di dunia. Maka Negara berkewajiban membangun masyarakat berpengetahuan (masyarakat informasi/masyarakat ICT) dan masyarakat yang sehat sebagian modal menjadi Negara maju. Demi perwujudan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia kajian informasi kepada publik.

  1. B.     Tujuan
    1. Mengetahui definisi Problematika Sosial.
    2. Mengetahui pengaruh problematika sosial terhadap anak.

 

  1. C.    Rumusan Masalah
    1. Apa arti problematika sosial ?
    2. Apa pengaruh problematika terhadap anak ?

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Definisi/Pengetian Masalah Sosial dan Jenis/Macam Masalah Sosial Dalam Masyarakat

Masalah sosial muncul akbat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat dan lain sebagainya.

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

  1. Faktor Ekonomi          : kemiskinan, pengangguran dan lain-lain.
  2. Faktor Budaya            : perceraian, kenakalan remaja, dan lain-lain.
  3. Faktor Biologis           : penyakit menular.
  4. Faktor Psikologis        : penyakit syaraf, aliran sesat, dan lain-lain.
  5. B.     Problematika Sosial memunculkan Aliran Baru Keagamaan

Aliran baru keagamaan tampak seperti monster menakutkan di Indonesia, hal ini tidak hanya terjadi pada munculnya berbagai aliran yang dianggap sesat. Namun, juga pada berbagai ideology baru yang muncul di Indonesia. Sebagaimana terlihat bagaimana respon yang muncul terhadap pluralism beragama, teorisme, dan sebagainya. Dalam berbagai hal problem aliran baru keagamaan lebih disikapi sebagai hitam dan putih. Dan turunya organisasi agama orthodox muncul sebagai penjustifikasi aliran baru yang muncul tersebut. Dengan demikian problematika yang muncul akan menjadi sangat problematis.

Aliran baru keagamaan apabila dilihat kemunculanya selalu dengan penjustifikasian, maka hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Karena, aliran baru keagamaan akan selalu muncul seiring dengan problematika sosial yang ada. Maka, makalah ini akan mencoba mencari penyelesaian terhadap aliran-aliran baru keagamaan dengan pendekatan pada penanganan berbagai problematika sosial yang ada berdasarkan pada berbagai kasus aliran baru keagamaan di Indonesia.

Islam dan Problematika Sosial

Dari pada sekedar merespon fenomena teologis, agama sesungguhnya lebih berperan besar dalam merespon fenomena sosiologis. Artinya, agama kerap diturunkan melaui seorang hamba Tuhan yang disebut nabi. Seiring dengan konteks sosial dimana sang nabi tersebut dirisalahkan. Muhammad misalnya, hadir membawa ajaran islam empat belas abad yang lalu untuk merespon fenomena kehidupan sosial masyarakat Arab. Ketika itu yang hidup dalam kondisi “jahiliyah”. Jika ajaran yang disampaikan Muhammad sampai hari ini disepakati sebagai ajaran islam dan dalam perjalananya islam awal hadir untuk merespon masyarakat jahiliyah Arab sebagai gejala sosial. Ketika itu, maka pertanyaan yang mungkin dapat dikedepankan adalah : bagaimana posisi islam dalam merespon problematika sosial saat ini?

Tema problematika sosial sesungguhnya menjadi tren yang dapat dibincangkan dari berbagai aspek : budaya, politik, ekonomi dan aspek-aspek lainya. Meski demikian, pembicaraan mengenai problematika sosial agaknya lebih cenderung diarahkan pada aspek perekonomian masyarakat seperti masalah kemiskinan yang memiliki integrasi dengan konsep zakat di dalam islam. Setidaknya inilah salah satu aspek yang sering disoroti beberapa tokoh ketika membicarakan islam dan problematika sosial, sehingga kadang kala kita hamper melupakan aspek-aspek lain yang juga penting dibincangkang sebagai fenomena kontemporer.

  1. C.    Permasalahan Bangsa adalah Peluang Kemajuan Negara

Piter F.Drucker menyatakan sebuah Negara bisa keluar dari semua persoalan dan krisis yang terjadi, jika Negara tersebut menjadikan permasalahan-permasalahan bangsanya sebagai peluang untuk menciptakan quantum kemajuan. Bukan malah menjadikanya sebagai beban. Pernyataan Drucker tersebut telah menyadarkan bagi masyarakt bangsa yang setiap saat selalu menggunjing tentang kejelekan-kejelekan yang ada dalam negaranya. Karena hal itu, tanpa disadari dapat menyebabkan tumbuhnya disintegrasi latin bagi bangsa, yaitu hilangnya kepercayaan rakyat pada penyelenggara Negara.

Indonesia adalah sebuah Negara berkembang yang memiliki problematika sosial yang tinggi, seperti halnya kejahatan jalanan yang selalu menghantui masyarakat. Kejahatan yang berupa perampokan, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, tindakan premanisme serta meningkatnya jumlah gelandangan dan pengemis perkotaan. Fenomena kejahatan di masyarakat itu telah memenuhi ruang kognitif kita.

Sehingga melahirkan persepsi bahwa negara kita seperti negara yang tidak beradab dan berbudaya. Problematika sosial yang berupa street crime tersebut, sebagian besar dilakukan oleh masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan dan kehidupan ekonomi yang rendah. Disinilah seharusnya perhatian pemerintah difokuskan dan ada kemauan yang kuat (political will) dalam mengimplementasikan amanah konstitusi.

Peran lembaga penegakan hokum sebagai bagian dari tanggung jawab Negara mesti ditingkatkan. Tindakan-tindakan represif dan pemberian sanksi kepada pelaku kejahatan jalanan yang diterapkan oleh aparat tidak menimbulkan efek jera dan kesadaran. Justru semakin sukses aparat membekuk pelaku kejahatan, maka semakin menjamur kejahatan di masyarakat. Itu terjadi karena penjara tidak mampu menyadarkan, alih-alih dapat melatih oknum menjadi lebih keji dan hilang pri kemanusiaanya.

Dimana kehidupan dalam lingkungan yang lebih keras (baca:penjara) ketimbang di masyarakat semakin menambah variasi modus kejahatan yang terjadi. Selain itu, predikat sebagai mantan narapidana tidak lagi menjadi hukum sosial yang efektif sehingga warga dapat saja keluar masuk penjara tanpa peduli dengan statusnya. Dengan kondisi tersebut, maka peran-peran pembinaan dan penciptaan lapangan kerja bagi mantan narapidana merupakan solusi yang efektif.

 

  1. D.    Peran Pemuda sebagai Solusi untuk Problematika Sosial (Street Crime).

Dalam perjalanan sejarah bangsa peran pemuda tidak pernah absen, mereka selalu hadir dan mengawali setiap perubahan sosial yang terjadi. Mulai dari periode pra-agraris, agraris. Industry dan era informasi (global) peran pemuda selalu memberikan kontribusi tersendiri. Bicara masa depan bangsa adalah membicarakan pemuda itu sendiri. Problematika sosial yang telah dipaparkan di atas didominasi oleh mereka yang memiliki usia relative muda. Itu sebabnya problem-problem sosial yang terjadi sebagian besar adalah problem bagi pemuda yang belum mempunyai gambaran masa depan yang jelas.

Disinilah seharusnya peran pemuda kembali dihadirkan. Pemuda harus memiliki kesadaran kolektif sebagai modal kebangkitan pemuda masa kini. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemuda sebagai solusi bagi problematika sosial yang terjadi, yaitu :

  1. Meningkatkan produktifitas diri dalam menjawab makna usia produktif.
  2. Meningkatkan kualitas diri (SDM) serta membangun karakter kebangsaan yang kuat.
  3. Mengakhiri plitik praktis dan hedonisme serta rasa pesimis yang berkepanjangan ini, dengan cara membangun kemandirian pemuda di berbagai sector kehidupan, seperti melahirkan kemauan dan semangat entrepreneurship.
  4. Melatih dan mengkader jiwa kepemimpinan yang tangguh dan visioner bagi pembangunan bangsa sebagai tanggung jawab atas amanah kemerdekaan.
  5. Membangun relasi nasional dan internasional dalam dunia kepemudaan sebagai modal memajukan dan memperkuat posisi Negara di fora internasional.
  6. Mempelopori lahirnya masyarakat pengetahuan dan masyarakat sadar hokum sebagai upaya menciptakan civil society yang kuat.

Beberapa item tersebut merupakan tawaran-tawaran solusi yang dapat dilakukan oleh pemuda. Dalam rangka menghapuskan problematika sosial yang terjadi di Negara berkembang seperti Negara Indonesia. Pemuda bukanlah tidak mampu untuk mewujudkanya, tetapi hilangnya kemauan pemuda untuk melakukan semua itu.

Maka nilai-nilai patriotism dan nasionalisme yang selama ini merajut potensipara pemuda mesti disulam dan dijahit kembali. Kedepan tidak ada yang dapat menjaga marrtabat merah putih, kecuali pemuda sadar dengan masa depan bangsanya.

  1. E.     Masalah yang Timbul Pada Anak Akibat Masalah Sosial

Sekarang ini dunia dengan masalah-masalahnya tumbuh lebih kompleks. Demikian juga dengan Indonesia sebagai Negara berkembang, yang terus menerus terbelit utang luar negeri dan sampai sekarang belum mampu keluar dari kesulotan ekonomi. Keadaan tersebut sangat berdampak pada semua bidang kehidupan, terutama bidang pendidikan. Sebagai rakyat Indonesia masih hidup dalam kemiskinan dan ini sangat berpengaruh pada perkembangan kehidupan anak-anak. Mereka nantinya diharapkan menjadi penerus bangsa.

Sekian banyak masalah sosial mengenai kesejahteraan anak, seperti perlakuan kejam terhadap anak, meningkatkan kehamilan remaja, keluarga dengan orang tua tunggal, tingginya angaka perceraian pada keluarga yang mempunyai anak, efek kekerasan yang dtampilkan di televise, kebutuhan akan tempat penitipan anak yang memadai, kurangnya kesempatan pendidikan untuk sekian banyak anak dari keluarga yang kurang mampu, diskriminasi rasial, berubahnya nilai moral, penyalahgunaan obat terlarang di kalangan anak-anak remaja, pengangguran karena sulitnya lapangan kerja, kemiskinan sehingga banyak anank yang putus sekolah.


  1. F.      

BAB III

KESIMPULAN

KESIMPULAN

Permasalahan sosial yang banyak terjadi di lingkungan sekitar adalah masalah pengangguran. Pengangguran sekarang terjadi dimana-mana. Hal ini disebabkan banyaknya para pencari kerja. Tetapi, sedikitnya lapangan kerja yang tersedia. Itu hanya salah satu sebab terjadinya pengangguran. Contoh sebab lain adalah Sumber Daya Manusia yang kurang berkualitas. Para generasi muda sekarang lebih suka bemalas-malasan dan bermain dari pada belajar demi menggapai masa depan. Sehingga di saat mereka dewasa karena tingkat pendidikan mereka sangat rendah sehingga mereka kesulitan mencari pekerjaan dan akan menjadi pengangguran. Kita harus berusaha mencapai hasil yang terbaik dalam hidup kita sehingga kita akan menjadi manusia yang berkualitas dan dapat membantu mengurangi masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita.

Jadi permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat disebabkan oleh beberapa factor antara lain : kemiskinan, tingkat pendidikan rendah, tindakan kriminal, pengangguran, dan lain-lain. Masih banyak factor yang menyebabkan munculnya masalah sosial di masyarakat kita. Masalah ini tidak hanya terjadi di Negara kita saja tetapi masalah ini terjadi sama rata di seluruh pelosok dunia.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Blog pada WordPress.com. | Theme: Greyzed by The Forge Web Creations

Blog pada WordPress.com. | Theme: Andreas09 by Andreas Viklund.

 

Perihal mtcdempet
wong dempet kecamatan dempet kabupaten demak jawatengah indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s