penyakit malaria

Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah. Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.

Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.

Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak.

Jenis-jenis malaria :

  1. Malaria Tropika (Plasmodium Falcifarum)

Merupakan bentuk yang paling berat, ditandai panas yang ireguler, anemia, splenomegali, parasitemia yang banyak dan sering terjadi komplikasi. Masa inkubasi 9-14 hari. Malaria tropika menyerang semua bentuk eritrosit. Disebabkan oleh plasmodium falciparum. Plasmodium ini berupa ring/cincin kecil yang berdiameter 1/3 diameter eritrosit normal dan merupakan satu-satunya spesies yang memiliki 2 kromatin inti (Double Chromatin).

  1. Malaria Kwartana (Plasmodium Malariae)

Plasmodium Malariae mempunyai tropozoit yang serupa dengan Plasmoduimvivax, lebih kecil dan sitoplasmanya lebih kompak/ lebih biru. Tropozoit matur mempunyai granula coklat tua sampai hitam dan kadang-kadang mengumpulsampai membentuk pita. Skizon Plasmodium malariae mempunyai 8-10 merozoityang tersusun seperti kelopak bunga/ rossete. Bentuk gametosit sangat miripdengan Plasmodium vivax tetapi lebih kecil.Ciri-ciri demam tiga hari sekali setelah puncak 48 jam. Gejala lain nyeri padakepala dan punggung, mual, pembesaran limpa, dan malaise umum. Komplikasiyang jarang terjadi namun dapat terjadi seperti sindrom nefrotik dan komplikasiterhadap ginjal lainnya.  Pada pemeriksaan akan di temukan edema, asites,proteinuria, hipoproteinemia, tanpa uremia dan hipertensi.

  1. Malaria Ovale (Plasmodium Ovale)

Malaria Tersiana (Plasmodium Ovale) bentuknya mirip Plasmodium malariae,skizonnya hanya mempunyai 8 merozoit dengan masa pigmen hitam di tengah.Karakteristik yang dapat di pakai untuk identifikasi adalah bentuk eritrosit yangterinfeksi Plasmodium Ovale biasanya oval atau ireguler dan fibriated. Malariaovale merupakan bentuk yang paling ringan dari semua malaria disebabkan olehPlasmodium ovale. Masa inkubasi 11-16 hari, walau pun periode laten sampai 4tahun. Serangan paroksismal 3-4 hari dan jarang terjadi lebih dari 10 kali walaupun tanpa terapi dan terjadi pada malam hari.

  1. Malaria Tersiana (Plasmodium Vivax)

Malaria Tersiana (Plasmodium Vivax) biasanya menginfeksi eritrosit muda yangdiameternya  lebih  besar  dari  eritrosit  normal.  Bentuknya  mirip  denganplasmodium Falcifarum, namun seiring dengan maturasi, tropozoit vivax berubahmenjadi amoeboid. Terdiri dari 12-24 merozoit ovale dan pigmen kuning tengguli.Gametosit  berbentuk  oval  hampir  memenuhi  seluruh  eritrosit,  kromatinineksentris, pigmen kuning. Gejala malaria jenis ini secara periodik 48 jam dengangejala klasik trias malaria dan mengakibatkan demam berkala 4 hari sekali denganpuncak demam setiap 72 jam.

 

Tanda dan Gejala Penyakit Malaria

Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh / pekat karena mengandung Hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.

Namun demikian, tanda yang klasik ditampakkan adalah adanya perasaan tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian, hal ini berlangsung tiap dua hari. Diantara masa tersebut, mungkin penderita merasa sehat seperti sediakala. Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak. Bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.

Penularan Malaria

  • Penularan malaria terjadi melalui dua cara :
    Gigitan nyamuk anopheles betina yang air ludahnya mengandung parasit malaria, bila menggigit manusia maka parasit akan masuk ke peredaran darah.
  • Melalui plasenta, bayi yang baru lahir dari ibu yang menderita malaria dapat terjangkit malaria melalui plasenta.

MEKANISME PENULARAN MALARIA

Manusia tertulari malaria jika kemasukan sporozoit Plasmodium (P. falciparum, p. vivax, P. malariae, atau P. ovale) lewat gigitan nyamuk Anopheles betina yang infeksius.

Nyamuk vektor terkena infeksi parasit malaria stadium gametosit yang berhasil mengalami gametogoniu, singami, dan sporogoni.

Penularan malaria ke manusia bisa bermacam-macam :

  1. Alami a secara inokulatif, sporozoit masuk tubuh manusia lewat gigitan nyamuk vektor.
  2. Aksidental a lewat transfusi darah, atau jarum suntik yang terkontaminasi darah berparasit malaria yang hidup a trofozoit langsung ke darah.
  3. Secara sengaja a dengan suntikan intravena atau transfusi untuk tujuan terapi layuh saraf (paresis).

 

Menegakan Diagnosa Penyakit Malaria

Dengan adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan serta tampak oleh Tim kesehatan, maka akan segera dilakukan pemeriksaan laboratorium (khususnya pemeriksaan darah) untuk memastikan penyebabnya dan diagnosa yang akan diberikan kepada penderita.

 

Pengobatan Penyakit Malaria

Berdasarkan pemeriksaan, baik secara langsung dari keluhan yang timbul maupun lebih berfokus pada hasil laboratium maka dokter akan memberikan beberapa obat-obatan kepada penderita. Diantaranya adalah pemberian obat untuk menurunkan demam seperti paracetamol, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai upaya membantu kesembuhan.
Sedangkan obat antimalaria biasanya yang dipakai adalah Chloroquine, karena harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai penyembuhan penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita yang resisten dengan pemberian Chloroquine, maka beberapa dokter akan memberikan antimalaria lainnya seperti Artesunate-Sulfadoxine/pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine, Artesunat-piperquine, Artemether-lumefantrine, dan Dihidroartemisinin-piperquine.

 

Pencegahan Penyakit Malaria

Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria.

Perihal mtcdempet
wong dempet kecamatan dempet kabupaten demak jawatengah indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s